SELAMAT DATANG DI "hhapadoh.blogspot.com" KAPAN-KAPAN MAMPIR LAGI YA...

Sabtu, 14 Mei 2011

Demi Waktu...........






بِِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ

Dengan Nama Allah, Maha Pengasih, Maha Penyayang.

وَالْعَصْرِ
1. Demi waktu, 
Allah ? bersumpah dengan al ‘ashr yang bermakna waktu, zaman atau masa. Pada zaman/masa itulah terjadinya amal perbuatan manusia yang baik atau pun yang buruk. Jika waktu atau zaman itu digunakan untuk amal kebajikan maka itulah jalan terbaik yang akan menghasilkan kebaikan pula. Sebaliknya jika digunakan untuk kejelekan maka tidak ada yang dihasilkan kecuali kerugian dan kecelakaan.

Rasulullah ? bersabda:
“Dua kenikmatan yang kebanyakan orang lalai di dalamnya; kesehatan, dan waktu senggang” (HR. At Tirmidzi no. 2304,) 
Kemudian di hari kiamat kelak Allah ? akan menanyakan tentang umur seseorang, untuk apa dia pergunakan?  Sebagaimana hadits Rasulullah, yang diriwayatkan oleh shahabat Abdullah bin Mas’ud.

“Tidaklah bergeser telapak kaki bani Adam pada hari kiamat dari sisi Rabb-nya hingga ditanya tentang lima perkara; umurnya untuk apa ia gunakan, masa mudanya untuk apa ia habiskan, hartanya dari mana ia dapatkan dan untuk apa ia belanjakan, dan apa yang ia perbuat dengan ilmu-ilmu yang telah ia ketahui. (HR. At Tirmidzi no. 2416 dan dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani di dalam Ash Shahihah no. 947) 



إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ
2. Sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi
Kerugian yang dimaksud dalam ayat ini bermacam-macam, bisa kerugian yang bersifat mutlak, seperti keadaan orang yang merugi di dunia dan di akhirat, yang dia kehilangan kenikmatan dan diancam dengan balasan di dalam neraka jahim. Dan bisa juga kerugian tersebut menimpa seseorang akan tetapi tidak mutlak hanya sebagian saja. (Taisir Karimirrahman, karya Asy Syaikh Abdurrahman As Sa’di)

إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
3. Kecuali orang-orang yang beriman dan berbuat kebaikan, dan saling menasihati untuk kebenaran, dan saling menasihati untuk kesabaran.

“Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami berikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (An Nahl: 97)
 
Berkata Asy Syaikh Abdurrahman As Sa’di: “Jika dua sifat (iman dan amal shalih) di atas terkumpul pada diri seseorang maka dia telah menyempurnakan dirinya sendiri.” (Taisir Karimirrahman).




Terkadang kita bersopan santun berwajah cerah dan bertutur manis kepada orang lain di luar rumah namun hal yg sama sulit dilakukan di dlm rumah tangganya. Kadang kita bisa bersikap pemurah kepada orang lain ringan tangan dalam membantu suka memaafkan dan berlapang dada namun giliran berhadapan dengan “orang rumah” suami, istri ataupun anak sikap seperti itu tdk tampak pada diri kita.

Menyinggung akhlak Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam kepada keluarga maka hal ini tidak hanya berlaku kepada para suami sehingga para istri merasa suami sajalah yg tertuntut untuk berakhlak mulia kepada istrinya. Sama sekali tidak dapat dipahami seperti itu. Karena akhlak mulia ini harus ada pada suami dan istri sehingga bahtera rumah tangga dapat berlayar di atas kebaikan. Memang suamilah yg paling utama harus menunjukkan budi pekerti yg baik dalam rumah tangga karen dia sebagai qawwam sebagai pimpinan. Kemudian dia tertuntut untuk mendidik anak istri di atas kebaikan sebagai upaya menjaga mereka dari api neraka sebagaimana difirmankan Allah Subhanahu wa Ta’ala: 

“Wahai orang2 yg beriman jagalah diri-diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakar adl manusia dan batu penjaga malaikat-malaikat yg kasar yg keras yg tdk pernah mendurhakai Allah terhadap apa yg diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yg diperintahkan.”




Seorang istri pun harus memerhatikan perilaku kepada sang suami sebagai pemimpin hidupnya. tdk pantas ia “menyuguhi” suami ucapan yg kasar sikap membangkang membantah dan mengumpat. tdk semesti ia tinggi hati terhadap suami dari mana pun keturunan seberapa pun kekayaan dan setinggi apa pun kedudukannya. tdk boleh pula ia melecehkan keluarga suami menyakiti orang tua suami menekan suami agar tdk memberikan nafkah kepada orang tua dan keluarganya.
Kenyataan banyak kita dapati istri yg berani kepada suaminya. tdk segan saling berbantah dgn suami bahkan adu fisik. Ia tdk merasa berdosa ketika membangkang pada perintah suami dan tdk menuruti kehendak suami. Ia merasa tenang-tenang saja ketika hak suami ia abaikan. 



Ketika saya teringat akan lyrik lagu yang berjudul "Demi Masa" Begini......



Demi masa…
Sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan…
Yang beriman dan beramal saleh

Demi masa…
Sesungguhnya manusia kerugian
Melainkan…
Nasihat kepada kebenaran dan kesabaran

Gunakan kesempatan yang masih diberi
Moga kita takkan menyesal
Masa usia kita jangan disiakan
Kerna ia takkan kembali

Ingat lima perkara, sebelum lima perkara
Sihat sebelum sakit
Muda sebelum tua, kaya sebelum miskin
Lapang sebelum sempit
Hidup sebelum mati
 
 
Saya merasakan ada sesuatu yang membuat hati ini gemetar, ketika menyimak akan bait terakhir dari lyrik lagu tersebut di atas. Banyak PR yang rasa-rasanya belum sempurna tuk saya lakukan. Kadang kekuatan semangat tuk melakukannya hilang sekejap oleh kemilaunya fatamorgana sang duniawi. Suliiiit.....rasanya hati ini untuk menghindarinya.





Ya...Robb, saya tidak pernah memungkirinya akan kesehatan yang telah Kau-berikan....Usia dibilang tua juga belum....? dikatakan miskin juga, masih ada yang lebih susah....? Ya...Robb, saya bersyukur sampai detik ini masih tetap diberikan kesempatan tuk membaca ayat-ayat-Mu, dalam sisa usiaku ini......tapi ya..Robb. kadang aku merasa telah melupakan akan pemberian waktu-Mu...... terasa hati ini terhimpit oleh sempitnya waktu......sehingga aku merasa jauh dari-Mu.


Ya...Robb.......kalau saya boleh bermohon.......?? berikan kepada ku, orang-orang disekitarku yang dapat memberikan waktu lapang untuk mendekati-Mu.........Amin....





 


Minggu, 27 Maret 2011

Pentingnya membaca Al-Qur'an dengan baik dan benar.





Allah menurunkan Al-Qur’an kepada nabi Muhammad SAW untuk mengeluarkan umat manusia dari kegelapan dan kebodohan menuju cahaya Islam, sehingga menjadi benar-benar umat yang baik dan terbaik yang pernah ada di muka bumi ini.
Di antara ciri khas atau keistimewaan yang dimilki Al-Qur’an adalah, ia bisa memberi syafa’at pada hari kiamat pada orang yang membacanya, mengkajinya, hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan Abi Umamah al, Bahimah, bahwa Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: 
“Baca Al-Qur’an, ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafa’at kepadanya” (HR Muslim)



Al Qur'an adalah mukjizat paling besar yang dimiliki oleh Nabi Muhammad SAW. Allah telah menyempurnakan Al Qur'an sebagai pedoman seluruh umat manusia di dunia. Bahkan, diantara kitab-kitab suci yang lain hanya Al Qur'an yang paling sempurna. Jika kita membaca dan mengamalkan Al Qur'an maka hidup kita akan terasa bahagia dan Allah akan memberi kita ni'mat yang tiada terhingga. Hanya saja semakin lama umat manusia seakan-akan telah mengabaikan Al Qur'an. Mereka lebih sibuk mementingkan kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat. Kini, jarang orang-orang yang bisa menghafal Al Qur'an, bahkan ada yang tidak bisa membaca Al Qur'an. Itu membuktikan betapa rendahnya kepedulian manusia terhadap bacaan suci umat islam yaitu Al Qur'an. Padahal, kita sebagai umat islam diwajibkan untuk bisa mengamalkannya. Karena Al Qur'an merupakan petunjuk atau pedoman kita dalam menjalani kehidupan di dunia agar kita tidak melangkah ke jalan yang sesat. Jadi, kita akan terhindar dari perbuatan tercela. Hidup itu harus seimbang antara kehidupan dunia dan kehidupan akhirat. Pepatah mengatakan:
"Kejarlah kehidupan duniamu seakan-akan kamu hidup selamanya, kejarlah kehidupan akhiratmu seakan-akan kamu akan mati besok "




Di dalam beribadah Sholat, umat islam melakukannya dengan menggunakan bahasa arab/Al Qur'an. Oleh karena itu sangat penting kita mempelajari bahasa Al-Qur'an dengan baik dan benar sejak dini.
Seorang muslim yang sedang melakukan shalat secara makna bacaan yang ada dalam shalat, berisikan kontak komunikasi seorang hamba dengan Tuhan. Jadi jika rutin setiap hari shalat yang diwajibkan  lima waktu, maka  berarti sedang kontak langsung tanpa ada tabir yang menghalangi karena sedang melakukan kontak dengan Tuhan. Maka bacaan pada setiap gerakan haruslah jelas, sebab gerak dan bacaannya sudah baku tidak bisa diubah oleh siapapun. Mengingat bacaan shalat dengan menggunakan bahasa Arab/bahasa Al-Qur'an yang apabila bacaan tersebut tidak jelas karena terburu-buru maknanya akan beda, dan kontak komuniksinya pun menjadi tidak jelas dan ini akan berakibat tidak diterima ibadah shalatnya oleh Tuhan dan hasilnya sia-sia.

Tuhan menyatakan dalam Firmannya Surat Almukminun ayat 1-2:
"Beruntunglah orang-orang beriman yang dalam melakukan shalatnya dengan khusyu'". Makna ayat ini adalah shalat orang beriman diterima oleh Tuhannya.




Coba kita perhatikan,  jika kita tidak benar dalam membaca bacaan Sholat.

Bahasa Arab yang menjadi bahasa Al-Qur'an, dengan huruf yang sama saja ( hanya beda harokatnya ) bisa melahirkan berbagai macam makna/arti. salah satu contohnya, kata بر ; bila huruf ba'nya diberi harokat kasroh ( birrun ) memiliki arti kebaikan, bila diberi harokat fathah ( barrun ) memiliki arti daratan, dan bila diberi harokat dhommah ( burrun ) maka memiliki arti gandum. oleh sebab itu membaca al-Qur'an (yang berbahasa arab) harus ekstra hati-hati. ketika membacanya tidak benar bisa menyebabkan arti/makna yang tidak benar juga, dan hal itu akan berdampak berkurang/hilangnya pahala membaca al-Qur'an, bahkan bisa jadi tidak mendapatkan pahala tetapi sebaliknya malah mendapatkan dosa ( Wallahu a'lamu bisshawab). contoh lafadz ALHAMDU LILLAHI memiliki arti "segala puji bagi Alaah" tapi ketika di baca ALKAMDU LILLAHI (huruf ha' diganti kaf) memiliki arti "kehinaan bagi Allah". contoh lain lafadz IYYAAKA NA'BUDU WA'IYYAAKA NASTA'IINU memiliki arti "hanya kepadaMu (ya Allah) kami menyembah dan hanya kepadaMu (ya Allah) kami minta tolong"  tapi ketika dibaca IYAAKA NA'BUDU WA'IYAAKA NASTA'IINU ( huruf ya'nya IYYAAKA tidak dibaca tasydid) maka akan memiliki arti "kepada sinar matahari kami menyembah dan kepada sinar matahari kami minta tolong". NA'UUDZUBILLAH. Walhasil begitu pentingnya belajar tentang bagaimana membaca al-Qur'an dengan baik dan benar.

Oleh karena itu, saya mengajak kepada  diri saya sendiri (khususnya), juga bagi para sahabatku...marilah mulai sekarang (jangan ditunda-tunda lagi), kita belajar membaca dan sekaligus mengamalkannya melalui "Hablumminallah" dengan Sholat, dan "Hablumminannas" dalam bersosialisasi dengan lingkungan kita.




Jika kita simpulkan isi komunikasi dalam shalat itu adalah :

1. niat sengaja melakukan shalat itu dengan ihlas
2. ikrar/berjanji bahwa shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku total untuk Allah
3. memuja dan memuji Allah Tuhan semesta alam
4. minta pertolongan dan petunjuk jalan yang lurus/jalan yangbenar
5. Minta diampuni, dikasihi, diberi kekuatan, diangkat derajatnya, diberi rizki, diberi petunjuk, disehatkan, dan minta dimaafkan segala dosa dan kesalahan
6. Mengulangi bacaan Syahadatain sebagai sumpah setia sorang muslim
7. Mencurahkan salam dan shalawat  atas Nabi Muhammad dan keluarganya

8.ditutup dengan salam, Assalamu a'laikum warahmatullahi wabarokatuh, yang artinya salam sejahtera  atasmu dan semoga keberkahan atasMu pula, sambil menengok ke kanan dan kekiri. Maksudnya ucapan itu untuk     saudara/orang yang ada disebelah kanan dan sebelah kiri.




Makna bacaan Sholat ....begitu indah, sehingga perlu dilakukan dengan penuh konsentrasi tidak perlu terburu-buru.  Dan inilah bentuk komunikasi yang sangat indah  yang diucapkan lima kali sehari semalam selama kita masih hidup didunia ini dan diberikan kesempatan untuk beribadah padaNya.

Semoga apa yang saya sampaikan ini, sedikit banyaknya dapat menggugah kesadaran kita umat muslim untuk bersungguh-sungguh dalam melakukan ibadah shalat. Tentunya bukan sekedar shalat, tetapi shalat yang baik, konsentrasi dan khusyu'.




Akhirnya ....semoga Tuhan senantiasa memberikan anugerah petunjuk dan kemauan pada kita untuk diberi kemudahan dalam mempelajari Al-Qur'an....dan selalu menjalankan ibadah dengan baik dan benar.  
Amin ............



Minggu, 06 Maret 2011

Ketika diluar nalar pemikiran ............




Tanpa sadar, kadang kita telah melakukan penyimpulan pada diri dari pemikiran-pemikiran yang mungkin terkadang jauh dengan kenyataan yang ada.
Tema kali ini saya ambil dari pengalaman hidup seseorang yang mungkin akan menjadi bahan perenungan buat kita, agar kita menjadi orang yang lebih bijaksana, penuh dengan rasa empati dan toleran terhadap sesama. Kadang apa yang kita pikirkan tidak sama dengan apa yang terjadi sebenarnya.
Ada baiknya untuk memulai membaca kisah ini, sahabat terlebih dahulu menyiapkan secangkir minuman dan sedikit makanan ringn kesukaan, dan jangan lupa....sisakan buat saya, he...he...... Oke...........? Begini.

Cerita yang sangat menggugah hati, yang pernah terjadi di muka bumi ini. 



Ibuku........???

Aku adalah seorang laki-laki yang sukses, Sepanjang usia ku, aku mengetahui Ibuku hanya memiliki satu mata. Aku sangat membencinya…sungguh memalukan. Ia menjadi juru masak di sekolah, untuk membiayai keluarga.
Suatu hari ketika aku masih duduk di Sekolah Dasar, Ibuku datang. Aku sangat malu. Mengapa Ia lakukan ini? karena setiap hari aku selalu melihat ibuku di sekolah ku. Aku memandangnya dengan penuh kebencian dan melarikan diri.


Keesokan harinya di sekolah…”Ibumu hanya punya satu mata?!….eeeeee”, jerit seorang temanku. Aku berharap ibuku lenyap dari muka bumi. Ujarku pada ibu, “Bu…mengapa Ibu tidak punya satu mata lainnya? Kalau Ibu hanya ingin membuatku ditertawakan, lebih baik ibu tidak ada di sekolah ku, atau Ibu mati saja!!!” Ibuku tidak menyahut. Aku merasa agak tidak enak, tapi pada saat yang bersamaan, lega rasanya sudah mengungkapkan apa yang ingin sekali kukatakan selama ini. Ibu tidak menghukumku, tapi aku tak berpikir sama sekali bahwa perasaannya sangat terluka karena kata-kataku.




Malam itu, aku terbangun dan pergi ke dapur untuk mengambil segelas air. Ibuku sedang menangis, tanpa suara, seakan-akan ia takut aku akan terbangun karenanya. Aku memandangnya sejenak, kemudian berlalu. Mungkin akibat perkataanku tadi, hatinya tertusuk. Walaupun begitu, aku membenci ibuku yang sedang menangis dengan satu matanya. Jadi aku berkata pada diriku sendiri bahwa....... aku akan tumbuh dewasa dan menjadi orang yang sukses.




Kemudian aku belajar dengan tekun. Suatu saat, ketika aku sudah beranjak dewasa.....dan karena ketekunanku dalam belajar, akhirnya aku mendapatkan kesempatan untuk belajar di Luar Negeri. Kutinggalkan Ibuku dan pergi ke Singapura untuk menuntut ilmu. Setelah bertahun-tahun berlalu, kehidupan ku semakin maju dan sukses dalam menuntut ilmu,  aku pun menikah. Aku membeli rumah. Kemudian akupun memiliki anak. Kini aku hidup dengan bahagia sebagai seorang yang sukses. Aku menyukai tempat tinggalku karena tidak membuatku teringat akan ibuku. Kebahagian ini bertambah terus dan terus.




Suatu ketika…!!! Apa?! Siapa ini?! Itu ibuku…masih dengan satu matanya datang kerumahku......?. Seakan-akan langit runtuh menimpaku. Bahkan anak-anakku berlari ketakutan, ngeri melihat mata Ibuku. Kataku,..... “Siapa kamu?! Aku tak kenal kamu!!” Untuk membuat lebih dramatis, aku berteriak padanya, “Berani-beraninya kamu datang ke sini dan menakuti anak-anakku!!” KELUAR DARI SINI SEKARANG..........!!”
Ibuku hanya menjawab perlahan, “Oh, maaf…sepertinya saya salah alamat nak.......?” dan ia pun berlalu. Untung saja…ia tidak mengenaliku. Aku sungguh lega. Aku tak peduli lagi. Akupun menjadi sangat lega.




Dan pada suatu hari, sepucuk surat undangan reuni sekolah tiba di rumahku di Singapura. Aku berbohong pada istriku bahwa aku ada urusan kantor, padahal aku pulang kampung tuk mengikuti undangan reunian dengan teman-teman ku. Akupun pergi ke sana. Setelah reuni, aku mampir ke gubuk tua, yang dulu aku pernah menyebutnya rumahku, ......sekedar hanya ingin tahu saja.




Di sana, kutemukan ibuku tergeletak di lantai yang dingin. Namun aku tak meneteskan air mata sedikit pun. Kudekati tubuh Ibuku....Ada selembar kertas di tangannya…sepucuk surat mungkin untukku... dan ku pun membacanya.....dan ternyata betul ini untukku..... “Anakku…kurasa hidupku sudah cukup panjang. Dan…aku tidak akan pergi ke Singapura lagi. Namun apakah berlebihan jika aku ingin kau menjengukku sesekali saja....? Aku sangat merindukanmu......? Dan aku sangat gembira ketika tahu kau akan datang ke reuni ini. Tapi kuputuskan aku tidak pergi ke sekolah. Demi kau......! Dan aku minta maaf karena hanya membuatmu malu dengan satu mataku....... Kau tahu, ketika kau masih sangat kecil, kau mengalami kecelakaan dan kehilangan satu matamu...... Sebagai seorang ibu, aku tak tahan melihatmu tumbuh hanya dengan satu mata. Maka aku berikan mataku untukmu. Aku sangat bangga padamu yang telah melihat seluruh dunia untukku......di tempatku.......dengan mata itu. Aku tak pernah marah atas semua kelakuanmu ....nak. Ketika kau marah padaku… Aku tahan tuk menahan sakit sendiri, “Aku yakin.....Itu karena kamu mencintaiku…” Anakku… Oh, anakku…”




Tak terasa air mata menetes perlahan dari sudut mataku....... Aku sungguh merasa sangat berdosa. Aku peluk Ibuku dengan penuh perasaan...... Mata yang hanya sebelah itu kian lama kian mengecil dan..... tertutup selamanya…sebuah senyuman tersungging di sudut bibirnya yang mulai keriput karena usia. Dalam sedihku...... aku hanya bisa terisak dalam penyesalan yang tidak akan berkesudahan.......



  Subhanallah.......

Sayangilah ibumu, jangan sampai habis oleh sang waktu......





Selasa, 22 Februari 2011

Penantian......di ujung waktu.





Ku nanti dia......di ujung waktu.
menanti atas kehadiranmu wahai masa depan...


Arti Sebuah penantian yang takkan pernah terungkap.
Ya...... itulah ungkapan kata yang menurut mereka percaya akan adanya suatu harapan kecil.namun dapat datang dan dapat pula menghilang seketika. Seperti beberapa orang yang mengartikan penantian sama dengan mati........sebab kata nanti mempunyai banyak pemaknaan yang menjadi kontradiksi di setiap tempat, sehingga membuat beberapa orang merubah pola pandang mereka menjadi pesimis dan penuh dengan kekecewaan, Jika kita menanti maka kita akan kehilangan harapan yang seharusnya dapat kita raih untuk menuju masa yang lebih cerah.




Coba bayangkan dengan kita diam dan hanya menanti tanpa tujuan dan tanpa kepastian maka apa yang akan terjadi, dan coba rasakan betapa sakitnya menanti masa yang takkan kunjung usai, hidup ini, pribadi ini, sikap ini...dan keterpurukan ini membuat kita merasa tidak nyaman dengan segala keadaan, karena dalam konteksnya manusia adalah makhluk yang selalu mengejar arti sebuah kebahagiaan sejati. Akan tetapi dalam realitasnya, kebahagiaan sejati takkan pernah ditemukan seperti apa yang kita inginkan, hanya bayang-bayang semu yang selama ini melekat pada imajinasi di setiap individu. Padahal jika kita berpikir dalam ideologi jelas sangat bertentangan, dan membuat kita tertekan pada kenyataan yang sungguh amat pahit untuk dirasa. Tak ada penantian yang tak kunjung usai.dan tak ada harapan yang takkan pernah kembali dan kita hanya dapat berharap dan terus berharap dengan sejuta ketidak pastian ini.........




Pernah ku mendengar nasehat dari seorang kakek paruh baya yang mengatakan,  jangan pernah kau menantang waktu yang berjalan sekalipun itu memang berat untuk di jalani......sebab,penantian sama dengan menantang segalanya tuk menggapai masa depan yang tertunda.....
Maka selama ini apa yang kalian cari dalam penantian panjang, dan selama ini masih dipertahankan hingga seakan itu adalah tonggak pendirian yang tak dapat terjatuhkan oleh suatu apapun. ego dan kepercayaan yang telah melekat erat pada diri kita sendiri.
menanti masa yang akan menjemputmu dari kehancuran, menanti waktu yang tak kunjung henti....atau menanti hingga akhirnya  mati........memang itu semua sungguh sangat ironi.




Jika kita hanya melihat dari sebelah mata, maka semua yang akan terjadi akan menjadi keterpurukan dan tak dapat dilepas dari belenggu kehidupan. Maka jalan terbaik dari sagala penantian adalah mengartikanya dengan berbagai cara pandang yang positif, dan berfikir lebih kedepan.karena hanya insan dewasalah yang dapat menjalankan semua kenyataan yang ada. Sedikit teringat dalam benakku saat ada seorang sahabat yang mengatakan bahwa menanti adalah kebahagiaan tersendiri.mengapa.....? Sebab menanti adalah misteri yang takkan mungkin dapat terjawab dengan pasti. Perkataan itu lah yang akan membawa kita tuk dapat berfikir lebih maju dari segala hal. Dan misteri itulah yang akan membuat kita terus mencari dan menanti apa yang akan terjadi di hari-hari atau pun waktu yang akan datang.




Karena menanti adalah hikmah tuhan yang di berikan kepada hambanya untuk menjadikan kita lebih sempurna, dalam hal lain kita dapat diajarkan untuk mencoba sabar dan mengihklaskan segala sesuatu yang akan terjadi nanti, walau sekalipun itu berat untuk dirasa dan di jalani selayaknya kehidupan normal biasa.
Kita memang berharap akan datangnya waktu tuk menjemput kita dari segala keterpurukan dan membawa kita untuk mencapai suatu cita-cita yang tertunda. Namun jika kita hanya terdiam dan menanti maka itu semua akan menjadi sia-sia belaka.......
Dan penantian adalah pola pragmatisasi dengan beribu penafsiran yang menurut beberapa orang beranggapan bahwa inilah jalan terakhir tuk mencapai suatu cita-cita. Seperti kutipan dari Hugs Down yang mengatakan bahwa: "kebahagiaan tidak hanya dari mereka yang aktif, melainkan juga datang dari mereka yang pasif sebab mereka yang diam bukan berarti berhenti tetapi berfikir tuk mencapai masa depan..........yang lebih pasti sessuai dengan harapan maupun impian yang terpendam."



saat hatiku termenung.... setitik demi setitik kehangatan kepalsuan 
membekukan seketika kesetiaan itu.
satu persatu asa ku terbang melayang-layang jauh menuju angkasa kegelisahan…..
langit biru yang sejukan mentari kini berubah menjadi kelabu 
yang menghasilkan tetesan hujan darah yang menggerogoti jantungku.....
jangan buatku tak berdaya tanpa kata penuh makna.....
ku tak pernah berpikir air itu sangat mudah menghanyutkan benda didepannya 
seperti jiwaku yang selalu menumbuhkan suatu keinginan tuk ada didekatmu….
saat itu ku pernah berpesan pada mentari.....
ku katakan padanya “wahai mentari..... bawalah aku menuju serpihan jiwa-jiwa yang dulu hilang”.
Tapi dia terus terdiam dalam renungannya.
ragaku terinjak sepi....
hatiku sudah hampir mati…
aku disini terdiam dibelenggu kegelisahan...
aku disini sendiri ditemani sepi...
aku mohon dirimu masih bisa disini bersamaku, 
menyambung tali-tali kebahagiaan itu lagi denganku…
aku mohon...... dirimu jangan beranjak pergi dari sampingku 
karena aku ingin mewarnai alam dengan senyuman tulus, 
bukan suatu kebahagiaaan tapi kekacauan…
dan aku mohon....
kamu jangan membuat kerinduan yang sangat mengiris jiwa...
kamu adalah sang waktu yang hanya aku yang tahu
kamu adalah segalanya bagiku, yang mungkin takan ada orang pedulikannya
kamu hanyalah aku yang tahu....karena kamu ada dalam rasaku
Aku yakin....Tuhan ku akan menghadirkannya untuk ku
walau entah kapan waktunya tiba
aku berharap...... 




Menanti adalah sebuah harapan juga. Harapan yang tak pernah pudar sepanjang masa. 
Akankah harapan itu akan datang, walaupun sekian lama menanti...?
Mungkin....Tapi susah untuk sabar menanti harapan yang tak kunjung datang, walaupun harapan sepertinya sudah di depan mata......

Kadang kita sendiri gak tahu apa yang akan terjadi pada diri kita.... kita berharap penantian itu akan datang secepatnya. Sedih, kecewa, putus asa semua bercampur jadi satu jika harapan itu tidak datang. Semua itu tidak terlepas dari campur tangan yang diatas....Allah SWT. Walaupun kita sudah menangis air mata darah, kalau yang diatas belum memberi harapan itu tidak akan datang.....

Tapi aku tetap berharap, waktu itu segera tiba........







Kamis, 10 Februari 2011

Keluarga yang dinantikan keberadaannya.....

Keluarga merupakan kelompok terkecil dalam sebuah tatanan masyarakat. Oleh karena masyarakat adalah himpunan dari beberapa keluarga maka baik buruknya sebuah masyarakat sangat bergantung kepada baik buruknya keluarga. Keluarga yang baik adalah awal dari masyarakat yang sejahtera. Sebaliknya, keluarga yang amburadul adalah pertanda hancurnya sebuah masyarakat. 



Setiap orang tua pasti sangat mendambakan untuk memiliki anak-anak yang cerdas namun sekaligus bermoral baik. Sayangnya kenyataan kadang tidak seindah harapan. Sering kita temukan fakta di lapangan bahwa ada orang tua sukses yang memiliki anak “gagal” atau orang tua yang “gagal” tapi memiliki anak yang sukses dan yang paling parah adalah orang tua “gagal” yang memiliki anak “gagal” juga. Jadi sebenarnya, bagaimana caranya menjadi orang tua yang sukses namun juga dapat memiliki anak yang sukses?


Yu kita mengenal lebih dekat lagi tipe orang tua dalam suatu keluarga:
    • Orang tua "sukses" yang memiliki  anak  "gagal"             
    Tipe ini rata-rata dipicu oleh ketidak-mampuan orang tua di dalam “mengenali” anak-anaknya sendiri  Ada dua faktor dalam kegagalan ini:                                                                                               
     a.  Orang tua yang sukses terlalu memberikan fasilitas yang berlebihan sehingga si anak menjadi             manja    dan tidak pernah “belajar” tentang arti kehidupan yang sebenarnya.        

     b.  Orang tua yang sukses dan sangat ingin anaknya juga sesukses dirinya. Akibatnya dia menggunakan    standar yang sekeras dirinya untuk memacu anaknya dengan tanpa memperdulikan minat dan  bakat  anaknya. Akibatnya tentu saja sudah bisa ditebak, anaknya pasti akan stres dan pada akhirnya menemui   kegagalan.        

                              
      •  Orang tua yang “gagal” tapi mampu memiliki anak yang "sukses"                                            Tipe ini dipicu oleh kekuatan anaknya dalam bertekad untuk tidak mengikuti pola hidup orang tuanya yang salah dan kemudian berubah menjadi orang yang sukses.       
                        
                                            
      • Orang tua yang “gagal” yang juga memiliki anak yang "gagal"                                                   Tipe ini dipicu oleh kelemahan seorang anak dalam memiliki keinginan untuk berubah.  

      •  Orang tua "sukses" yang memiliki anak yang "sukses"                                                             Tipe ini adalah perpaduan positif dari tipe 1 dan tipe 2. Orang tua mempunyai kekuatan dalam mengenali anaknya, sehingga dapat memberikan dan mengarahkan anaknya lebih efektif dalam mencapai keinginannya. Sedangkan anaknya mampu meneladani secara utuh (bahkan bisa lebih) pada orang tua dalam meraih kesiksesannya
            

      Mengingat begitu pentingnya peranan keluarga dalam menciptakan masyarakat yang baik dan sejahtera maka Islam memberikan perhatian yang sangat besar pada pembinaan keluarga. Karena seandainya instrumen terpenting dalam masyarakat ini tidak dibina dengan baik dan benar, adalah mustahil mengharapkan terwujudnya sebuah tatanan masyarakat idaman. 

      Individu-individu yang baik akan membentuk keluarga yang harmonis. Keluarga-keluarga yang harmonis akan mewujudkan masyarakat yang aman dan damai. Selanjutnya masyarakat-masyarakat yang damai akan mengantarkan kepada negara yang kokoh dan sejahtera. Maka, jika ingin mewujudkan negara yang kokoh dan sejahtera bangunlah masyarakat yang damai. Dan jika ingin menciptakan masyarakat yang damai binalah keluarga-keluarga yang baik dan harmonis.




      Keberhasilan dalam membina keluarga yang baik sangat dipengaruhi oleh karakteristik seorang pemimpinya, seorang pemimpin dalam keluarga adalah "Orang Tua"
      Karakteristik seorang pemimpin yang baik adalah dengan mencontoh Rasulullah sesuai pemahaman para salafus sholih, dimana seorang pemimpin yang baik adalah yang memiliki beberapa sifat diantaranya:
      • beriman,
      • adil,  
      • ikhlas
      • perhatian
      • amanah
      • sabar
      • dll.

      Akhirnya..... Sudahkah kita menjadi pemimpin yang baik......? hanya ada dalam hati kita lah itu semua dapat ditemukan jawabannya. Dan yang pasti efek dari keberhasilan kita menjadi seorang pemimpin........ dengan adanya simbol-simbol keberhasilan itu disetiap orang yang ada di sekitar kita, yang paling dekat adalah "anggota keluarga". Simbol-simbol itu jelas terangkum keberadaannya dalam ciri-ciri keluarga Sakinah, mawaddah dan wrrahmah. Semoga........





      Jumat, 21 Januari 2011

      Mu liburan ke Pangandaran....? Sini dulu.......?!




      Siapa sih yang ngga kenal Pantai Pangandaran...? saya yakin anda pun pernah mendengar bahkan berkunjung ke sana. Nah....dalam tema kali ini saya akan mencoba  membawa anda untuk mengenang kembali  keindahan Pantai Pangandaran tersebut, barangkali  anda ada rencana untuk berkunjung kembali melihat keindahannya.  Yu ah.... kita mulai....? Lebih asik lagi membacanya disamping sambil mendengarkan musik yang telah disediakan dalam blog saya ini, juga anda siapkan makanan ringan plus secangkir minuman apa saja yang anda suka (jangan lupa, sisakan buat saya yah...? he...he...)

      Pangandaran menyimpan banyak objek wisata yang patut untuk anda kunjungi, terutama keindahan alam dan pantainya.
      Pantai Indah pangandaran merupakan salah satu tujuan wisata alam yang populer, yakni sebuah pantai eksotis yang terletak di pantai selatan Pulau Jawa. Arena berselancar (surfing) yang sangat baik dan aktivitas matahari terbenam yang eksotis membuat Pangandaran menjadi salah satu tempat favorit bagi peselanjar dari seluruh dunia dan juga wisatawan lokal.



       




      Pantai Indah Pangandaran juga merupakan salah satu Pantai terbaik yang ada di Pulau Jawa. Pantai ini terletak di Desa Pananjung Kecamatan Pangandaran dengan jarak kurang lebih 92 km arah selatan kota Ciamis.
      Beberapa event yang rutin diselenggarakan disini antara lain; Festival Layang-layang Internasional (Pangandaran International Kite Festival) yang bisa kita saksikan setiap bulan Juni atau Juli dan Hajat Laut, yakni upacara yang dilakukan oleh para nelayan sebagai perwujudan rasa terima kasih terhadap kemurahan Tuhan YME dengan cara melarung sesajen ke laut lepas. Acara ini biasa dilaksanakan pada bulan Muharam, dengan mengambil tempat di Pantai Timur Pangandaran.











      Selain itu, didekat pantai ini juga terdapat Cagar Alam Pananjung, yakni rumah bagi ratusan monyet ekor panjang, kerbau liar, rusa, banteng, dan hewan lainnya lengkap dengan keindahan cagar alam yang terjaga kelestariannya, begitu asri dan juga bersih.








      Keindahan alam lainnya adalah obyek wisata alam Green Canyon. Obyek wisata ini menyuguhkan keindahan alam yang sangat menakjubkan, mulai dari keelokan sungai yang airnya berwarna hijau dan tebing batu yang yang memukau saat kita sampai di hulu sungai.







      Juga pengunjung dapat menikmati serunya berpetualang menyusuri dinding green canyon dan berenang di dalamnya laksana berenang di kolam pribadi. air sungai yang jernih dan batu batu alam yang memukau memberikan nuansa tersendiri. Untuk menikmati obyek wisata ini pengunjung hanya perlu menyewa perahu berkapasitan lima orang untuk menyusuri sungai sampai ke Green canyon dan jika ingin berwisata yang lebih menantang lagi, pengunjung tinggal bernegosiasi dengan pemandu kapal untuk menyusuri ke dalam green Canyon, tentunya hanya untuk menambah jam sewa perahu dan menyewa pelampung serta tips untuk si pemandu.
       
       


      Di Pantai Pangandaran ini banyak terdapat Obyek wisata yang juga sudah terkenal sampai ke mancanegara dan sering menjadi referensi oleh para turis asing , diantaranya adalah:

      • Pantai Batu Karas
      Salah satu obyek wisata itu adalah Batu Karas, terletak ±35 km dari pantai dan cagar Pangandaran. Daerah ini memiliki keindahan alam dan pantai yang sangat cocok bagi para penggemar olah raga Surfing, selain itu juga didaerah ini terdapat sebuah resort yang sudah cukup terkenal dan sering dijadikan tempat favorit bagi para turis asing yang ingin berlibur sambil berselancar di pantai.





      Pantai ini terletak di Desa Batukaras Kecamatan Cijulang, sekitar 34 km atau sekitar 1 jam perjalanan dari kawasan wisata Pangandaran.

      Pantai Batu Karas memiliki keunikan yang membuatnya berbeda dengan pantai lainnya. Jika kita terbiasa dengan pantai berbentuk garis lurus, maka tidak dengan pantai satu ini. Pantai Batu Karas terletak di antara dua bukit yang mengurungnya, sehingga pantai tersebut berbentuk setengah lingkaran. Pantai ini sering dianggap sebagai perpaduan antara obyek wisata Batu Hiu dan Pantai Pangandaran, karena pantainya yang kaya akan tebing dengan hamparan pasir serta ombaknya yang indah.

      Pantai Batu Karas merupakan salah satu pantai surfing terbaik di Pulau Jawa, dan ombaknya cukup terkenal di kalangan para peselancar. Keberadaan tebing di sebelah kanan pantai, menciptakan jalur ombak yang panjang sehingga cocok untuk berselancar. Ombak di Batu Karas tidak terlalu ekstrim, keadaan inilah yang membuat para peselancar pemula juga menggemari Batu Karas sebagai tempat mengasah kemampuan berselancar.

      Selain itu, arus laut yang tidak langsung mengarah ke pantai menjadikan area Pantai Batu Karas aman untuk berenang sekaligus melakukan olahraga air lainnya seperti Banana Boat.








      Harga Sewa
      Sewa Banana Boat : Rp. 45.000 per Orang
      Sewa Papan Selancar : Rp. 75.000 per Orang
      Surf Lesson : Rp. 150.000 per Jam
      Sewa Ban Berenang : Rp. 5.000 s/d Rp. 10.000 (tergantung ukuran ban)

      •  Pantai Batu Hiu
      Pantai Batu Hiu terletak di Desa Ciliang Kecamatan Parigi, sekitar 15 km sebelah barat kawasan wisata Pangandaran.

      Pantai ini memiliki panorama alam yang sangat indah. Dari atas bukit kecil yang ditumbuhi pohon-pohon Pandan, kita dapat menyaksikan birunya Samudra Indonesia dengan deburan ombaknya yang menggulung putih.

      Sekitar 200 meter dari pinggir pantai ini terdapat seonggok batu karang yang menyerupai ikan hiu, karena itulah tempat ini dinamakan Batu Hiu.





      Dahulu Batu Hiu merupakan tempat dimana penyu bertelur dan jika kita berkunjung kesini, kita dapat melihat dan menyaksikan penangkaran penyu yang dikelola langsung oleh masyarakat setempat. Mereka berusaha merehabilitasi dan merawat telur penyu untuk dilepaskan di pantai Batu Hiu.

      • Green Canyon
      Sebenarnya tempat ini mempunyai nama asli yaitu Cukang Taneuh. Nama Green Canyon sendiri dipopulerkan oleh seorang warga Perancis pada tahun 1993. Sedangkan Cukang Taneuh punya arti yaitu jembatan tanah. Hal itu dikarenakan di atas lembah dan jurang Green Canyon terdapat jembatan dari tanah yang digunakan oleh para petani setempat.








      Terletak di Desa Kertayasa Kecamatan Cijulang, sekitar 31 Km dari kawasan wisata Pangandaran. Objek wisata mengagumkan ini sebenarnya merupakan aliran dari sungai Cijulang yang melintas menembus gua yang penuh dengan keindahan pesona stalaktit dan stalakmitnya. Selain itu daerah ini juga diapit oleh dua bukitt, terdapat banyak bebatuan dan rerimbunan pepohonan. Semuanya itu membentuk seperti suatu lukisan alam yang begitu unik dan begitu menantang untuk dijelajahi.

      Untuk mencapai lokasi ini wisatawan harus berangkat dari dermaga Ciseureuh. Kemudian melanjutkan perjalanan dengan menggunakan perahu tempel atau kayuh yang banyak tersedia di sana. Jarak antara dermaga dengan lokasi Green Canyon sekitar 3 km, yang bisa ditempuh dalam waktu 30-45 menit. Sepanjang perjalanan kita akan melewati sungai dengan air berwarna hijau tosca. Mungkin dari sinilah nama Green Canyon berasal.






      Nah.....gimana, ada sesuatu yang baru tidak tentang Pantai Pangandaran...? atau malah anda lebih banyak tahu tentang ini. Jika begitu saya mohon maaf, nanti kalau kita dah kembali mengunjungi Pantai Pangandaran, mungkin ada sesuatu yang baru, yu kita saling memberi informasi agar Blog ini tambah lengkap.
      Akhirnya saya ucapkan selamat jalan buat anda yang berminat kembali tuk melihat keindahan Pantai Pangandaran, semoga anda mendapatkan kebahagiaan, dan tentu saja jika melihat keindahan alam di sana jangan lupa sama yang membuatNya....Allah SWT.
      Yah....dah ah...!, Wassalam....